raspberry's posts with tag: baby
Posted by raspberry on Jan 8, '08 4:22 AM for everyone Diskon 20% untuk produk Baby Bedtime Bath. Dari Rp. 34.900,- jadi Rp. 27.900,- Untuk dicampurkan dengan air hangat, dengan aroma lavender yang menenangkan. Sesuai untuk kulit bayi.
Posted by raspberry on Dec 5, '07 11:00 PM for everyone Dari milis tetangga... a useful lesson for parenting... Salam, Hetty
Bayi Bisa Bedakan Baik & Buruk
JANGAN sekali-kali berlagak seperti penjahat di hadapan bayi. Bayi, yang oleh sebagian besar orang dewasa dianggap belum mengerti apa-apa, ternyata memiliki kemampuan membedakan mana yang baik dan buruk. Penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Yale, AS mengungkapkan, bayi berusia enam hingga sepuluh bulan ternyata sudah bisa membedakan orang berkarakter baik dan buruk. Dalam penelitian tersebut, ketika diminta memilih, bayi lebih suka bermain dengan karakter protagonis daripada karakter antagonis. Bayi bisa melakukannya tanpa perlu diajari karena bayi memiliki keterampilan untuk bertahan hidup (survival skill). "Kami sangat terkejut menemukan bahwa bayi memiliki survival skill ini. Bayi tidak perlu diajari karena keterampilan ini merupakan buah dari evolusi," tutur ketua tim peneliti Kiley Hamlin, ahli psikologi Yale University. Dalam penelitiannya, Hamlin beserta tim menunjukkan boneka-boneka kayu bermata besar kepada sejumlah bayi. Ketika dilihat sepintas, boneka-boneka tersebut seluruhnya menyiratkan kesan sebagai tokoh jahat karena semuanya bermata buas. Selanjutnya, Hamlin menggelar pertunjukan mirip pementasan wayang golek (cerita boneka) di depan para bayi. Bayi-bayi tersebut duduk dipangku orang tua masing-masing. Namun, orang tua tidak boleh melakukan interferensi. Artinya, orang tua tidak boleh mengatakan apa pun kepada bayi selama pertunjukan berlangsung. Dalam pertunjukan, boneka-boneka tersebut berjuang memanjat sebuah tebing. Boneka-boneka itu memainkan tiga peran berbeda dalam pertunjukannya. Sebuah boneka berperan sebagai karakter netral yang berjuang sendiri untuk memanjat tebing. Boneka yang lain berperan sebagai tokoh protagonis yang membantu temannya memanjat. Adapun boneka yang lain berperan sebagai karakter antagonis yang selalu menghalangi boneka lain memanjat tebing. Setelah pertunjukan usai, seluruh boneka yang terlibat pertunjukan disodorkan kepada bayi untuk dipilih sebagai teman bermain. Hasilnya, sebanyak 80 persen dari bayi-bayi tersebut ternyata memilih boneka yang memerankan tokoh protagonis dan menghindari boneka-boneka yang memerankan tokoh antagonis. Dalam penilaian Hamlin, reaksi bayi-bayi tersebut membuktikan bahwa bayi bisa menilai baik atau buruk seseorang berdasarkan perilaku orang tersebut terhadap orang lain. Untuk menegaskan kesahihan hasil penelitian pertama, Hamlin melanjutkan dengan penelitian kedua. Dalam pertunjukan babak kedua, boneka-boneka kayu yang digunakan pada pertunjukan pertama dipertemukan kembali. Boneka-boneka tersebut saling bersalaman. Bayi-bayi menunjukkan keterkejutan ketika melihat satu boneka protagonis mendekati boneka antagonis. Reaksi tersebut menunjukkan bahwa bayi sesungguhnya mengetahui bahwa karakter-karakter antagonis harus dihindari. Hamlin rupanya belum puas dengan hasil kedua penelitian tersebut. Karena itu, Hamlin melanjutkan dengan penelitian tahap ketiga. Pada penelitian tahap akhir ini, bayi-bayi diminta memilih antara boneka protagonis dan boneka netral. Hasilnya, tetap saja para bayi tersebut memilih boneka protagonis sebagai teman bermain.Tidak ada perbedaan reaksi pada bayi laki-laki atau perempuan. "Bayi-bayi tersebut terbukti lebih menyukai karakter protagonis daripada antagonis dan mereka tetap memilih karakter protagonis daripada karakter netral. Ini merupakan bukti bahwa bayi yang belum bisa bicara ternyata bisa menilai orang lain berdasarkan perilaku orang itu terhadap sesama," jelas Hamlin. Karena itu, orang tua harus lebih berhati-hati menjaga perilaku di depan anak. Para ilmuwan memperingatkan, pengalaman-pengalaman yang dirasakan anak sejak bayi berperan besar dalam pembentukan karakter anak hingga dewasa. Penelitian para ilmuwan Yale University tersebut bukan penelitian pertama terhadap keterampilan sosial yang dimiliki bayi. (ap/yc)** Penulis: Sumber: beta.pikiran-rakyat.com/index2d48.html?mib=beritadetail&id=3614
_
----------------------------------------------------------------------------------------
Posted by raspberry on Dec 5, '07 1:43 AM for everyone Setelah mendapatkan ASI Eksklusif selama 6 bulan, biasanya bayi mempunyai nafsu makan yang baik. Tetapi terkadang mereka suka tiba-tiba kehilangan nafsu makan atau tidak mau makan sama sekali. Banyak hal bisa jadi penyebabya,. Kemungkinan salah satu penyebabnya adalah sisa-sisa susu atau makanan yang tertinggal di lidah bayi. Mungkin masih ada orang tua yang belum mengetahui hal ini, terlebih orang tua baru. Sisa-sisa susu atau makanan yang tertinggal di lidah, jika tidak dibersihkan, lama-kelamaan akan semakin tebal. Jika sudah demikian, akan menimbulkan rasa tidak nyaman di mulut bayi dan parahnya lagi, dapat menyebabkan sariawan. Lalu, bagaimana cara membersihkannya? Membersihkan mulut atau lidah bayi, sebenarnya tidak sulit. Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu kebersihan. Perhatikan langkah-langkah membersihkan mulut bayi berikut ini: - Waktu yang tepat membersihkan mulut bayi adalah sebelum mandi.
- Pastikan terakhir bayi Anda makan, setidaknya 30 menit sebelumnya. Jika tidak, bisa menyebabkan bayi muntah.
- Siapkan kain kasa steril yang berbentuk potongan, bukan gulungan.
- Siapkan 1 mangkuk berisi air agak hangat yang biasa diterima bayi, bila terlalu panas bisa menyebabkan lidah sariawan.
- Cuci kedua tangan Anda dengan sabun dan bilas dengan air bersih lalu keringkan.
- Balutlah jari kelingking Anda dengan kain kasa steril.
- Pangku bayi dengan posisi duduk yang nyaman.
- Celupkan jari yang dibalut kain kasa steril di air hangat dan masukan ke mulut bayi.
- Ingat, jangan masukan jari Anda terlalu dalam, karena bisa menyebabkan bayi muntah.
- Berikan tekanan lembut pada lidah, ulangi sekali lagi, tarik jari Anda.
- Jangan terlalu mengaharapkan “langsung bersih” dari sekali membersihkan. Sedikit demi sedikit tapi pasti.
- Jika Anda juga mau membersihkan gigi bayi dengan kain kasa (biasanya suka ada bayi yang menolak sikat gigi), gantilah kain kasa tadi dengan yang baru. Bersihkan gigi bayi perlahan dan ingat, jangan menekan, karena gusi bayi masih sangat lembut.
- Jika bayi Anda menolak untuk dibersihkan mulutnya, ajaklah berbicara, bercanda atau bernyanyi. Jangan pernah memarahinya, karena bisa membuat bayi trauma dan malah tidak mau dibersihkan sama sekali.
Semoga hal ini bisa menjadi salah satu solusi untuk bayi yang susah makan….
Cheers, Hetty Http://raspberrysun.multiply.com – for babies and toddlers… Please join Mommy ‘n Kiddy Mailing List to discuss anything concerning Moms and Children By sending and empty email to mommykiddy-subscribe@yahoogroups.com
| |