raspberry's posts with tag: tips
Posted by raspberry on Jan 14, '08 10:59 PM for everyone  Bayi Anda belum bisa bicara? Ya, jangan jadikan itu alasan untuk tidak mengajaknya berbicara. Mengajak bayi bicara, menurut Erik Thiessen PhD, peneliti dari Carniege mellon University bisa mengasah kemampuan berbicara anak. Mendengar bayi yang menggumam kadang membuat hati senang, kadang pula kesal. Tetapi, gumaman bayi itu ternyata adalah ekspresinya saat ia mendengatr suara dan artikulasi bahasa. mengajak bayi berbicara, menurut Thiessen membantu si bayi untuk mempelajari bunyi, suara dan ritme kalimat. Ketika 40 bayi berusia antara 6,5 - 7,5 bulan dites, peneliti dari Carnegie itu menemukan bahwa bayi-bayi lebih mendengar suara saat orang tua atau orang disekitarnya berbicara apa saja dengan nada tinggi. Perhatian penuh itu tidak terjadi saat orang di sekitar si bayi berbicara dengan nada monoton. "Ada perbedaan kecil yang ditemukan saat bayi mempelajari bahasa itu. Tetapi yang pasti, semakin dini bayi diajak berbicara, semakin cepat ia bisa berbicara. jadi, perbedaan kecil itu akan berakibat besar di masa depan si anak," jelas Thiessen, seperti dikutip www.msn.com. "Kami menemukan bahwa bayi usia satu tahun yang sejak lahir diajak ngobrol oleh orang-orang disekitarny memiliki kemampuan berbicara yang jauh lebih baik dibanding bayi yang tidak diajak berbicara saat kecilnya," lanjut Thiessen. Berbicara, apa saja, sangat penting untuk perkembangan anak. Ann Michael PhD, Direktur Klini audiologi dan Bicara di University of Tennessee memberikan beberapa tip untuk orangtua agar bayinya cepat berbicara: 1. Melakukan kontak mata saat berbicara. Kontak mata dilakukan setiap saat. Misalnya, saat Anda mengajaknya berbicara ketika ia digendong, angkat si bayi hingga matanya sejajar dengan mata Anda. 2. Lakukan percakapan timbal balik. ketika bayi Anda berhenti bergumam dan Anda memberi jawaban, ia akan belajar bagaimana caranya melakukan percakapan yang baik. Ia akan mengerti bagaimana "peraturan" ngobrol yang baik. 3. Membaca buku yang banyak rima dan pengulangannya membantu bayi belajar bicara lebih banyak. Suatu kali, Anda akan terkejut bila si bayi bisa menjawab rima yang Anda bacakan. 4. Menanggapi bahasa tubuh bayi. Saat bayi Anda menunjuk sesuatu, jawablah dengan kata-kata. Misalnya, ketika ia menunjuk bola, katakan, "Oh, sayang, kau mau bola ini." Percakapan ini akan melatihnya menguasai lingkungan. (sra) Dikutip dari Wartakota, Minggu 13 Januari 2008.
Posted by raspberry on Dec 5, '07 11:00 PM for everyone Dari milis tetangga... a useful lesson for parenting... Salam, Hetty
Bayi Bisa Bedakan Baik & Buruk
JANGAN sekali-kali berlagak seperti penjahat di hadapan bayi. Bayi, yang oleh sebagian besar orang dewasa dianggap belum mengerti apa-apa, ternyata memiliki kemampuan membedakan mana yang baik dan buruk. Penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Yale, AS mengungkapkan, bayi berusia enam hingga sepuluh bulan ternyata sudah bisa membedakan orang berkarakter baik dan buruk. Dalam penelitian tersebut, ketika diminta memilih, bayi lebih suka bermain dengan karakter protagonis daripada karakter antagonis. Bayi bisa melakukannya tanpa perlu diajari karena bayi memiliki keterampilan untuk bertahan hidup (survival skill). "Kami sangat terkejut menemukan bahwa bayi memiliki survival skill ini. Bayi tidak perlu diajari karena keterampilan ini merupakan buah dari evolusi," tutur ketua tim peneliti Kiley Hamlin, ahli psikologi Yale University. Dalam penelitiannya, Hamlin beserta tim menunjukkan boneka-boneka kayu bermata besar kepada sejumlah bayi. Ketika dilihat sepintas, boneka-boneka tersebut seluruhnya menyiratkan kesan sebagai tokoh jahat karena semuanya bermata buas. Selanjutnya, Hamlin menggelar pertunjukan mirip pementasan wayang golek (cerita boneka) di depan para bayi. Bayi-bayi tersebut duduk dipangku orang tua masing-masing. Namun, orang tua tidak boleh melakukan interferensi. Artinya, orang tua tidak boleh mengatakan apa pun kepada bayi selama pertunjukan berlangsung. Dalam pertunjukan, boneka-boneka tersebut berjuang memanjat sebuah tebing. Boneka-boneka itu memainkan tiga peran berbeda dalam pertunjukannya. Sebuah boneka berperan sebagai karakter netral yang berjuang sendiri untuk memanjat tebing. Boneka yang lain berperan sebagai tokoh protagonis yang membantu temannya memanjat. Adapun boneka yang lain berperan sebagai karakter antagonis yang selalu menghalangi boneka lain memanjat tebing. Setelah pertunjukan usai, seluruh boneka yang terlibat pertunjukan disodorkan kepada bayi untuk dipilih sebagai teman bermain. Hasilnya, sebanyak 80 persen dari bayi-bayi tersebut ternyata memilih boneka yang memerankan tokoh protagonis dan menghindari boneka-boneka yang memerankan tokoh antagonis. Dalam penilaian Hamlin, reaksi bayi-bayi tersebut membuktikan bahwa bayi bisa menilai baik atau buruk seseorang berdasarkan perilaku orang tersebut terhadap orang lain. Untuk menegaskan kesahihan hasil penelitian pertama, Hamlin melanjutkan dengan penelitian kedua. Dalam pertunjukan babak kedua, boneka-boneka kayu yang digunakan pada pertunjukan pertama dipertemukan kembali. Boneka-boneka tersebut saling bersalaman. Bayi-bayi menunjukkan keterkejutan ketika melihat satu boneka protagonis mendekati boneka antagonis. Reaksi tersebut menunjukkan bahwa bayi sesungguhnya mengetahui bahwa karakter-karakter antagonis harus dihindari. Hamlin rupanya belum puas dengan hasil kedua penelitian tersebut. Karena itu, Hamlin melanjutkan dengan penelitian tahap ketiga. Pada penelitian tahap akhir ini, bayi-bayi diminta memilih antara boneka protagonis dan boneka netral. Hasilnya, tetap saja para bayi tersebut memilih boneka protagonis sebagai teman bermain.Tidak ada perbedaan reaksi pada bayi laki-laki atau perempuan. "Bayi-bayi tersebut terbukti lebih menyukai karakter protagonis daripada antagonis dan mereka tetap memilih karakter protagonis daripada karakter netral. Ini merupakan bukti bahwa bayi yang belum bisa bicara ternyata bisa menilai orang lain berdasarkan perilaku orang itu terhadap sesama," jelas Hamlin. Karena itu, orang tua harus lebih berhati-hati menjaga perilaku di depan anak. Para ilmuwan memperingatkan, pengalaman-pengalaman yang dirasakan anak sejak bayi berperan besar dalam pembentukan karakter anak hingga dewasa. Penelitian para ilmuwan Yale University tersebut bukan penelitian pertama terhadap keterampilan sosial yang dimiliki bayi. (ap/yc)** Penulis: Sumber: beta.pikiran-rakyat.com/index2d48.html?mib=beritadetail&id=3614
_
----------------------------------------------------------------------------------------
Posted by raspberry on Dec 5, '07 1:43 AM for everyone Setelah mendapatkan ASI Eksklusif selama 6 bulan, biasanya bayi mempunyai nafsu makan yang baik. Tetapi terkadang mereka suka tiba-tiba kehilangan nafsu makan atau tidak mau makan sama sekali. Banyak hal bisa jadi penyebabya,. Kemungkinan salah satu penyebabnya adalah sisa-sisa susu atau makanan yang tertinggal di lidah bayi. Mungkin masih ada orang tua yang belum mengetahui hal ini, terlebih orang tua baru. Sisa-sisa susu atau makanan yang tertinggal di lidah, jika tidak dibersihkan, lama-kelamaan akan semakin tebal. Jika sudah demikian, akan menimbulkan rasa tidak nyaman di mulut bayi dan parahnya lagi, dapat menyebabkan sariawan. Lalu, bagaimana cara membersihkannya? Membersihkan mulut atau lidah bayi, sebenarnya tidak sulit. Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu kebersihan. Perhatikan langkah-langkah membersihkan mulut bayi berikut ini: - Waktu yang tepat membersihkan mulut bayi adalah sebelum mandi.
- Pastikan terakhir bayi Anda makan, setidaknya 30 menit sebelumnya. Jika tidak, bisa menyebabkan bayi muntah.
- Siapkan kain kasa steril yang berbentuk potongan, bukan gulungan.
- Siapkan 1 mangkuk berisi air agak hangat yang biasa diterima bayi, bila terlalu panas bisa menyebabkan lidah sariawan.
- Cuci kedua tangan Anda dengan sabun dan bilas dengan air bersih lalu keringkan.
- Balutlah jari kelingking Anda dengan kain kasa steril.
- Pangku bayi dengan posisi duduk yang nyaman.
- Celupkan jari yang dibalut kain kasa steril di air hangat dan masukan ke mulut bayi.
- Ingat, jangan masukan jari Anda terlalu dalam, karena bisa menyebabkan bayi muntah.
- Berikan tekanan lembut pada lidah, ulangi sekali lagi, tarik jari Anda.
- Jangan terlalu mengaharapkan “langsung bersih” dari sekali membersihkan. Sedikit demi sedikit tapi pasti.
- Jika Anda juga mau membersihkan gigi bayi dengan kain kasa (biasanya suka ada bayi yang menolak sikat gigi), gantilah kain kasa tadi dengan yang baru. Bersihkan gigi bayi perlahan dan ingat, jangan menekan, karena gusi bayi masih sangat lembut.
- Jika bayi Anda menolak untuk dibersihkan mulutnya, ajaklah berbicara, bercanda atau bernyanyi. Jangan pernah memarahinya, karena bisa membuat bayi trauma dan malah tidak mau dibersihkan sama sekali.
Semoga hal ini bisa menjadi salah satu solusi untuk bayi yang susah makan….
Cheers, Hetty Http://raspberrysun.multiply.com – for babies and toddlers… Please join Mommy ‘n Kiddy Mailing List to discuss anything concerning Moms and Children By sending and empty email to mommykiddy-subscribe@yahoogroups.com
Posted by raspberry on Sep 26, '07 4:19 AM for everyone P3K yang harus dibawa serta saat bepergian bersama bayi. - Obat-obatan khusus jika memang si bayi dalam pengobatan.
- Obat penurun panas, bisa obat bebas atau minta dari Dokter.
- Obat batuk pilek, bisa obat bebas atau minta dari Dokter.
- Cairan Antiseptik, semacam Betadine. Sekarang khan udah ada yang praktis tuch, yang bentuknya seperti cotton bud, tinggal dipatahin, langsung pakai, gak ada acara tumpah. Hehehe...
- Kapas seperlunya. Gak perlu bawa yang besar-besar, karena bisa makan tempat.
- Kain kasa steril, bisa sekalian untuk bersihkan gigi atau lidah bayi, kalau kerepotan untuk sikat gigi.
- Plester luka.
- Tissue Basah.
- Krim kulit, jika kulit bayi kemerahan karena pospak atau udara panas.
- Balsem bayi, jika udara dingin atau bila bayi pilek, untuk diusapkan di dada dan dipunggung. Mis. Transpulmin BB.
- Minyak Telon : ini mah kudu ya....
- Krim antinyamuk bayi.
- Salep untuk luka di bibir. Biasanya khan suka ada bayi yang gak bisa diam tuch, pecicilan kesana kemari, kadang jatuh. Kalo bibirnya luka olesi salep khusus, jadi lukanya tidak berkembang jadi sariawan. Mis : Kenalog.
- Salep untuk luka memar (biru-biru akibat kejedot atau jatuh). Mis. Trombopop.
- Tabir Surya khusus untuk bayi.
- Gunting kecil. Bisa untuk menggunting plester luka aatau kasa steril atau untuk membuka kemasan obat2an yang masih baru.
Ingat! Obat-obatan ini harus disimpan di tempat yang mudah Anda jangkau, tapi jangan sampai terjangkau oleh Bayi Anda. Dan yang penting, jangan lupa konsultasi dulu ya sama DSA, untuk memeriksakan kondisi bayi dan minta saran-saran selama bepergian. Satu lagi yang penting, jangan lupa membawa mainan kesukaan bayi, yang bisa menghiburnya selama perjalanan atau jauh dari rumah. Untuk mainan bayi, silahkan kunjungi RASPBERRY ONLINE STORE – for babies and toddlers at Http://raspberrysun.multiply.com. Untuk yang membutuhkan e-katalog, silahkan japri ke raspberrystore@gmail.com Selamat berlibur….. Hetty Http://raspberrysun.multiply.com- for babies and toddlers
| |